Muhandis Natadiwirya

BLOG Untuk Berbagi Informasi

Seni Naik Angkot

Mungkin anda termasuk salah seorang yang menggunakan mobil pribadi untuk bepergian ke luar rumah. Ke kantor, mengantar dan menjemput anak sekolah, berbelanja, ke tempat rekreasi atau ke undangan. Atau mungkin hanya ke kios di seberang tempat tinggal untuk sekedar membeli sesuatu. Namun banyak sekali rekan rekan kita yang melakukan aktivitas tersebut dengan menggunakan angkutan umum.

Saya menyukai kesempatan menggunakan jenis angkutan ini dengan beberapa alasan. Pertama muran, kedua jangkauannya luas dan ketiga jumlahnya sangat banyak, terutama jenis angkot. Malahan untuk beberapa trayek, umumnya angkot yang menunggu penumpang, bukan sebaliknya. Di bawah ini beberapa tip yang coba saya sharing kepada anda yang mungkin satu saat “terpaksa” atau “iseng” ingin menggunakan angkutan umum, khususnya angkot:

Pertama, kita harus kenali dulu nomor angkot yang akan kita naiki. Ini sesuai dengan tujuan perjalanan kita. Biasanya orang mengenali nomornya dan juga warnanya. Setiap nomor angkot memilki trayek: dari mana, kemana dan lewat mana. Lewat mana perlu diketahui karena ada beberapa nomor angkutan umum yang berbeda namun trayeknya sama. Misalnya sama sama dari Lebakbulus ke Bekasi. Tapi yang satu lewat jalan tol, yang lainnya tidak.

Kedua, apabila kita baru sama sekali melintasi trayek tertentu sebaiknya cari informasi tarif yang berlaku untuk trayek tersebut. Kita bisa tanya kepada sesama calon penumpang atau kepada petugas LLAJR. Yang jelas untuk jarak dekat saat ini tarifnya duaribu rupiah. Sedangkan untuk jarak jauh misalnya dari terminal Laladon Bogor ke Terminal Bis Baranangsiang tigaribu. Dari pasar Ciputat sampai pasar Kebayoran lama empatribu.

Ketiga, berbusana yang nyaman saja. Misalnya pria jangan kenakan kemeja batik lengann panjang. Soalnya angkot tidak dilengkapi AC. Lebih enak memakai baju lengan pendek atau T-Shirt.

Keempat, sebaiknya kenakan topi. Soalnya kadang kadang harus ganti angkot dan kita perlu berjalan kaki dulu. Setelah turun dari angkot kita juga harus berjalann kaki untuk mengunjungi toko atau tempat yang dituju. Memakai topi lebih nyaman untuk menahan terik mata hari. Apalagi jika kita harus nyambung naik ojek…..

Kelima, jangan mengenakan aksesori yang terlalu menyolok. Karena akan menjadi pusat pandangan sesama penumpang.

Keenam, siapkan uang di saku baju sehingga anda tidak perlu mencabut dompet anda untuk sekedar membayar ongkos angkot. Membuka dompet di hadapann sesama penumpang bisa menjadi pusat perhatian, apalagi kalau dompet anda tebal dan penuh dengan berbagai jenis kartu kredit dan ATM. Sebaiknya siapkan uang  senilai 20 ribu sampai 50 ribu. Kalau bisa ada pecahan mulai seribu  sampai sepuluh ribuan. Tidak perlu lagi uang koin karena memberi sedekah kepada pengamenpun saat ini “pantasnya” sudah seribu rupiah ke atas.

Ketujuh, kalau terpaksa membayar dengan uang nominal besar jangan melebihi 20 ribuan. Sopir angkot akan berang kalau kita membayar dengan uang 50 ribuan, apalagi jika 100 ribuan.

Kedelapan, ketahui ucapan untuk menghentikan angkot. Ini berbeda dari satu tempat ke tempat lain. Di daerah Jabodetabek kita bilang “kiri” kalau meminta angkot berhenti. Atau kadang kadang “pinggir”. Kalau di daerah Kaltim kita harus bilang “stop”. Menuliskan perbedaan ucapan ini untuk berbagai tempat di Indonesia dapat menjadi sebuah artikel tersendiri. Juga menuliskan sebutan untuk angkot yang kebanyakan bermerek Suzuki. Di suatu daerah sebutannya “bemo”. Ada juga daerah yang masyarakatnya menyebut angkot dengan sebutan “benhur”. Dan percaya atau tidak, di suatu tempat yang menjadi tujuan  kunjungan tetap saya hampir sebulan sekali, saya hars menyebut angkot dengan sebutan “taksi”. Semoga saya bisa menuliskannya dalam posting berikutnya.

  • WIDYA

    dan juga berhati-hati dengan banyak pelaku yang menggunakan ilmu gendam untuk mengambil barang-barang bawaan kita .
    sebaiknya tidak mudah menerima jika ditawari makanan ataupun minuman dari penumpang lain, untuk berjaga-jaga jikalau berisi obat bius .

    • http://muhandisnatadiwirya.com Muhandis Natadiwirya

      Betul juga. Ini bisa ditambahkan menjadi butir ke sekian. Tksh comment-nya

  • ade

    Bicara soal naik angkot, saat ini saya termasuk sangat jarang kalau tidak mau dibilang tidak pernah naik angkot. Padahal jaman sekolah esde sampe kuliah angkot menjadi satu-satunya alat transportasi yang mengantar saya kemanapun keperluan saya. Karena itulah saya menjadi tau segala rute angkot maupun bis. Tapi sekarang saat saya sudah kerja kurang lebih 8 tahun, angkot sudah sangat jarang saya gunakan, karena sekarang saya naik motor untuk transportasi saya. Saking jarangnya, sekarang saya bahkan sama sekali tidak tau angkot apa tujuan kemana lewat mana dan ongkosnya berapa. Pernah suatu ketika pembatu dirumah bertanya sama saya kalau naik bis dari kampung rambutan ke lebak bulus naik apa. Karena saya salah memberi informasi, alhasil pembatu saya menunggu sampai dua jam sebelum akhirnya mendapat info yang benar.
    Tips n trik naik angkot ringan ini jadi mengingatkan saya betapa saya sudah sangat lama tidak naik angkot.

    • http://muhandisnatadiwirya.com Muhandis Natadiwirya

      Baik. Tidak apa-apa. Info di atas bisa dibaca, siapa tahu mobil atau motor yang dikendarai pas mogok dan perlu angkot buat menuju tempat jual spareparts atau ke SPBU. Atau mungkin kendaraannya dititipkan dan untuk mengejar waktu ke tempat tujuan nyambung pakai angkot